5 Alasan Makanan Olahan Bisa Merusak Kesehatan


5 ALASAN MAKANAN OLAHAN BISA MERUSAK KESEHATAN

Reputasi kurang baik makanan olahan biasanya dikarenakan makanan ini telah melalui berbagai proses dan penambahan sejumlah zat. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis “Environmental and Molecular Mutagenesis”, makanan olahan berupa daging yang dimasak dengan susu tinggi bisa membentuk senyawa bersifat mutagenik, yang akan menambah risiko kanker di masa mendatang.

Sebetulnya banyak makanan yang melalui berbagai proses. Misalnya daging giling, pembuatan mentega, dan lain-lain. Namun ada perbedaan antara proses mekanis dan proses kimiawi. Makanan kemasan yang melalui proses tanpa bahan kimia tetap dikategorikan real food. Namun, apabila telah ada proses kimiawi dan dibangun dari bahan-bahan olahan dan zat buatan, inilah yg dikategorikan sebagai makanan olahan.

Berikut ini adalah alasan makanan olahan bisa berdampak kurang baik bagi tubuh Anda.

    1. Tinggi gula dan sirop jagung tinggi fruktosa

Makanan serta minuman olahan biasanya sarat dengan gula tambahan. Jika dikonsumsi dengan cara berlebihan, telah jelas bahwa pemanis buatan tidak baik untuk tubuh. Gula terbukti tidak mempunyai nutrisi penting, tapi kaya akan energi. Namun, apakah tubuh rutin membutuhkannya?

Tentu tidak, mengingat ada sesi-sesi dimana tubuh tidak akan banyak bergerak. Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa gula bisa mempunyai efek kurang baik pada metabolisme yang melampaui kandungan kalori. Kondisi ini bisa menyebabkan resistensi insulin, trigliserida tinggi, peningkatan kadar kolesterol jahat, dan peningkatan akumulasi lemak di hati dan rongga perut. Tak heran, konsumsi gula berkaitan erat dengan beberapa penyakit berbahaya semacam diabetes.

Tengok saja, minuman bersoda. Menurut keterangan dari dr. Sepriani Timurtini Limbongdari KlikDokter, satu kaleng soft drink mengandung 30 gram gula yaitu setara dengan 9 sendok teh gula. Jumlah tersebut pasti sangat tinggi.

“Sebuah penelitian yg dilakukan oleh American Diabetes Association memperlihatkan bahwa risiko diabetes mellitus meningkat 26 persen pada mereka yg minum 1-2 soft drink per hari,” tambahnya.

Tak hanya itu, dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter juga menambahkan, bahwa gula tambahan berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol baik. Karenanya, konsumsi gula tambahan butuh dibatasi, maksimal 6 sendok alias 25 gram per hari.

    2. Bikin ketagihan

Dilansir dari Medical News Today, beberapa orang mengalami kecanduan makanan olahan dan mampu kehilangan kendali. Memang kecanduan ini terdengar “biasa saja” apabila dibandingkan dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Namun, ini bisa berbahaya untuk kesehatan. Kombinasi makanan olahan dan minuman dengan pemanis buatan berlebih, misalnya, bisa mengaktifkan area yg sama di otak layaknya narkoba.

    3. Tinggi karbohidrat

Memang betul bahwa karbohidrat merupakan sumber energi yang baik untuk tubuh. Namun, apabila asupan tersebut terlalu berlebihan, akan berakibat kadar gula darah bisa melonjak. Perlu diketahui bahwa asupan karbohidrat berlebihan bisa memunculkan beberapa gangguan kesehatan. Mulai dari kelebihan berat badan sampai meningkatnya risiko terkena diabetes.

    4. Rendah nutrisi

Makanan olahan diketahui sangat rendah nutrisi. Pada beberapa kasus, vitamin dan mineral sintetis ditambahkan ke makanan untuk mengimbangi apa yang hilang selama pemrosesan. Namun, kualitas gizinya tidak seimbang dengan makanan segar yang diolah sendiri.

Semakin banyak Kalian mengonsumsi makanan olahan, lalu sedikit vitamin, mineral, dan kandungan gizi lainnya yang bisa Kalian dapat. Justru, yang terjadi merupakan makanan olahan bisa bikin berat badan melonjak.

    5. Tinggi lemak trans

Konsumsi makanan olahan mengandung lemak trans, bisa mendorong oksidasi dan peradangan pada tubuh. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa saat orang-orang makan makanan yang mengandung kadar lemak tersebut, ia mengalami peningkatan risiko penyakit jantung.

“Sama semacam lemak jenuh, lemak trans juga bisa menambah risiko terkena penyakit jantung. Idealnya, rekomendasi konsumsi lemak trans yang merupakan 0 gr/hari atau tidak mengonsumsi sama sekali. Namun, terkadang pada label makanan walau tertera 0 gr lemak trans, tapi dalam produk tersebut tetap mengandung lemak trans tidak lebih dari 0.5 gr per porsi. Lemak trans bisa ditemui pada margarin, makanan yang digoreng, kudapan manis dan beberapa camilan,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menjelaskan.

Cara paling baik untuk menghindari lemak trans merupakan berhenti konsumsi makanan olahan. Carilah makanan dengan sumber lemak alamiah semacam pada minyak kelapa dan minyak zaitun sebagai solusi pilihan yg cocok untuk kudapan Anda.

Itulah beberapa argumen kenapa Kalian wajib menjauhi makanan olahan, yaitu karena perlahan bisa merusak kesehatan Anda. Daripada membuang uang untuk membeli makanan olahan, lebih baik pilih makanana dari bahan segar, yang kandungan nutrisinya baik untuk tubuh.

Tidak ada komentar untuk "5 Alasan Makanan Olahan Bisa Merusak Kesehatan"